septinda rinda

santai tapi sempurna
Submit

pulang

manjauhi langit jingga
menjemput keheningan
mencoba menyatu dengan lelah dan rasa rindu yang tak jua menguap
menikmati sapuan alam pada kulit wajah
mamandangi mendung yang membelah gunung
tidaklah berlebihan jika kuserahkan diriku sekarang
yang lelah dalam hempasan kegagalan
yang tak lebih baik dari kerikil di tepi rel kereta
yang baru sekarang menyadari betapa besarnya Dirimu disana
yang baru menyadari kesombongan hina dari seonggok tulang dan darah terikat urat saraf

mr bom bom and bim bim :)

stupa sumber awan, candi singosari, arca dwarapala
@Malang-Indonesia

stupa sumber awan, candi singosari, arca dwarapala
@Malang-Indonesia

Thought via Path

coffee doesn’t talk or listen coffee understands at Pepito Coffee – Read on Path.

More Information